Hi~ Aku
mau mengulas The Vampire Diaries season 1, season 2 dan season 3 secara garis
besar dan mengambil sudut pandangku sebagai penonton. Spoiler allert! harap
berhati-hati๐
Jadi ceritanya aku baru saja selesai nonton series The Vampire Diaries (TVD) season 6. Rencanya mau lanjut nonton sampai season 8 final, tapi nggak tahu kenapa aku kurang semangat, sebab Elena aka Nina Dobrev tak lagi bermain di serial tv itu. Sedih kali aku harus berpisah dengan pasangan epik ini :'( seperti biasa, aku akan susah move on dengan film-film yang menurutku bagus banget dan bener-bener menyentuh perasaanku. Baru kali ini aku merasa 'ketergantungan' dengan sebuah film, rasanya ditonton berulang kali pun nggak ada bosennya. So, supaya aku bisa cepet move on dari series ini, aku mau mencurahkan isi hatiku tentang Salvatore bersaudara dan gadis pujaan mereka, Elena Gilbert. Aku mau fokus mengulas film ini dari segi romansanya, jadi fokus ulasannku ini bukan pada keseluruhan jalan ceritanya yaah.

First of all, ini tv series asal Amerika yang bergenre supranatural, mystery, thriller and romance. Ini genre kesukaan aku banget, dark-romance, dark-fantasy, gothic shades gitu hahaha๐ Jujur yah, sebenarnya aku nggak terlalu suka sama kisah cinta segi-tiga gituloh. Tapi setelah nonton series ini jadi ketagihan! Seru banget dan beda banget jalan ceritanya nggak membosankan, bukan cuma cerita tentang cinta antar lawan jenis saja, tapi ini series menceritakan tentang pentingnya sebuah ikatan persaudaraan, keluarga, kesetiaan, persahabatan, perjuangan dan pengorbanan.
Diceritakan pada awalnya Elena Gilbert jatuh cinta dan berpacaran dengan Stefan Salvatore, yang mana menurutku proses Elena dalam mencintai Stefan itu terbilang sangat singkat. Entah itu bisa disebut cinta atau bukan, mereka bertemu di usia Elena yang masih 17 tahun, kayak semacam cinta monyet nggak, sih? Elena seperti gadis-gadis pada umumnya memuja fisik dan wajah rupawan yang dimiliki oleh Stefan yang mempesona, yang saat itu doi adalah murid baru di sekolah Elena. Mereka bahkan belum saling mengenal karakter masing-masing, tapi Elena sudah yakin banget kalau dia jatuh cinta dengan Stefan dan tanpa ragu memacari pria itu walapun dia tahu kalau Stefan itu seorang vampir. But ya, aku tidak meragukan cinta Stefan ke Elena itu memang murni cinta, Stefan bahkan rela mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan Elena. Dan yaah, season 1 dan 2 adalah tentang kehidupan Stefan yang tak jauh-jauh dari Elena.

Sementara itu, kita memiliki satu karakter pujaan pemirsa penggemar TVD, ialah Damon Salvatore, kakak kandung Stefan Salvatore yang 7 tahun lebih tua dari Stefan. Stefan menjadi vampir di usia 18 tahun, sedangkan Damon 25 tahun saat dia berubah menjadi vampir. Di season 1, aku sangat tidak menyukai karakter Damon yang sangat jahat, brengsek, egois, kejam, dan suka ikut campur hubungan Stefan-Elena. But yaah, aku tidak bisa memungkiri pesona dan daya tarik seorang vampir ganteng, bad boy garis keras dan penuh pesona like Damon Salvatore. Alamaak.. aku suka kali sama tatapan matanya yang tajam, seolah mengintimidasi dan mendominasi lawan bicaranya, ya ya ya.. he is so hot!!๐ฒ
Pada season 1, Damon bahkan membunuh sahabat dekat Stefan, yang bernama Lexi dengan kejam dan tak adil. Saat itu aku bener-bener benci sama karakter Damon, apalah maunya dia itu ha? Main bunuh-bunuh orang kayak nggak jelas banget tujuannya apa. Dan lagi, kenapa harus menghabisi Lexi juga? Kasian aja sama Lexi, sepertinya dia vampire yang baik. Semenjak menjadi vampire, Stefan yang sewaktu menjadi manusianya itu adalah seorang yang baik hati, penurut dan paling disayang oleh ayahnya, ternyata setelah menjadi vampire dia menjadi haus darah dan bahkan banyak banget korban-korban tewas mengerikan karena sisi gelapnya itu, dan Lexi adalah sahabat Stefan yang selalu membantunya untuk berhenti dari menjadi ripper. Lexi jelas merupakan orang yang paling berharga baginya, tapi Damon membunuhnya.

Sementara Damon, sewaktu menjadi manusia dia sering diremehkan oleh ayahnya (ini dijelaskan di season 2) tetapi ketika dia berubah menjadi vampir, siapa sangka justru dialah yang lebih bisa mengendalikan rasa 'laparnya' dan tidak haus darah. Bertahun-tahun berlalu, Stefan pun insaf dan menyesali tindakannya di masa lalu, dia bahkan rela diet darah hewan selama 50 tahun terakhir dan sama sekali tak meminum darah manusia. Sementara Damon setelah kembali ke Mystic Falls, dia malah berulah dan mengolok-olok Stefan yang katanya 'sok suci' dengan tak mau meminum darah manusia. Well, Stefan walau diperlakukan begitu dia tetap memiliki harapan bahwa masih ada kebaikan dalam diri kakaknya itu, sebab Stefan yang memaksa Damon untuk menjadi vampir, disaat Damon sudah bersiap untuk mati ketika dirinya dalam masa transisi. Saat itu Stefan bersikap begitu egois, dia tak mau menjadi makhluk abadi seorang diri, maka dia mengubah Damon menjadi vampir seperti dirinya. Sejak saat itu, Damon bersumpah untuk membuat hidup Stefan sengsara, karena adiknya itu tak menghormati keputusannya yang ingin mati daripada menjadi vampir, Damon jelas membenci tentang menjadi monster like a vampire. Dari sejarah hidup mereka yang rumit itu, Stefan sekarang merasa berkewajiban untuk menyelamatkan kakaknya dari kegelapan, membawanya untuk menjadi 'orang' yang pantas dicintai.
Disisi lain, menurut Damon, Stefan boleh saja meminum darah manusia tapi dia harus belajar mengontrol rasa hausnya itu, harus tahu batasan agar tidak membuat manusia terbunuh. Contohnya bisa saja Stefan meminum darah dari kantong darah rumah sakit, sebab Damon tahu hanya mengkonsumsi darah hewan saja selama bertahun-tahun lamanya membuat kekuataan fisik Stefan melemah dan tidak cukup kuat seperti vampir pada umumnya. Bolehlah seminggu sekali 'buka puasa' dengan darah manusia asal jangan rakus seperti dulu, begitulah maksud Damon yang bisa saya simpulkan. Tapi masalahnya, sekalinya Stefan 'mencicipi rasa darah manusai' dia tak akan berhenti, pecandu sejati. Hanya saja cara Damon menyampaikan itu kurang tepat, dengan gayanya yang kejam dan sadis ala bad boy garis keras.
Tapi Damon sendiri banyak sekali membunuh orang-orang yang tak bersalah ketika dia pertama kali kembali ke Mystic Falls. Dia bahkan melecehkan Caroline sahabat Elena, secara emosional. Ingat ya, secara emosional. Banyak hatters Damon mengatakan kalau dia melecehkan Caroline secara seksual. Aku bersumpah, Caroline dan Damon melakukan itu atas dasar suka sama suka, diceritakan mereka memang berkencan. Coba tonton ulang S1 biar nggak salah mengerti. Iyah, Damon memang sangat brengsek, menjadikan Caroline sebagai kantong darah hidupnya, memanfaatkannya dan memerasnya. Aku sungguh membenci Damon karena hal itu.
Oke, itu sifat Damon pada awalnya, seorang kakak yang jahat dan brengsek. Memasuki season 2, kita akan diperlihatkan oleh sisi lain dari seorang bad boy satu ini. Dimana sebenarnya dia juga amat menyayangi Stefan, adik satu-satunya yang dimiliki. Tapi sebelum itu, Damon pada awalnya berusaha untuk mengganggu Elena untuk menyakiti Stefan, tapi itu nggak berlangsung lama, karena di season 2 pertengahan, perasaan cintanya untuk Elena mulai bertumbuh tanpa disengaja. Setelah Katherine menolaknya, Damon menjadi hancur dan memaksa Elena agar mau menerima cintanya disaat gadis itu masih berstatus kekasih adiknya. Tebak apa yang dikatakan Elena? Ya, gadis itu jelas menolaknya. Dia berkata bahwa akan selalu Stefan yang ada dalam hatinya. Dia menolak Damon secara kejam, seperti yang dilakukan oleh Katherine, gadis jahat itu juga menolak Damon dengan mengatakan bahwa dia hanya mencintai Stefan dan bukan dirinya.
Akhirnya Damon melakukan tindakan impulsif yang sangat gila, dimana dia mematahkan leher Jeremy tepat di depan Elena. Jeremy tewas dan Elena berteriak, dia bersumpah sangat membenci Damon. Untunglah Jeremy memakai cincin Gilbert, cincin ajaib warisan keluarga mereka yang dapat membuatmu hidup kembali jika makhluk supranatural membunuhmu. Kalian harus tahu, saat melakukan tindakan itu Damon tidak tahu kalau Jeremy memakai cincin itu. Seandainya Jeremy tewas selamanya, itu jelas merupakan kesempatan terakhirnya, dia takkan mendapatkan Elena dan gadis itu akan membencinya selamanya.
Well, Damon akhirnya meminta maaf secara sungguh-sungguh. Elena masih tak bisa memaafkannya dan terus memusuhinya, sampai pada akhir musim S2, Damon meminta maaf kembali, tapi Elena mengatakan dia belum bisa memaafkannya dan mungkin membutuhkan waktu lama, Damon menerimanya dan tanpa sepengetahuan Elena saat itu Damon sedang sekarat karena gigitan manusia srigala. Dia terkena gigitan manusia srigala itu untuk melindungi Caroline dan Matt. Ya, Damon memang telah melakukan hal-hal mengerikan pada orang-orang di sekitarnya, namun dia juga berusaha untuk menebus kejahatannya itu. Dia berkali-kali menyelamatkan teman-temannya dan membahayakan nyawanya sendiri, tapi tetap saja di mata beberapa penonton, Damon hanya sosok yang jahat dan brengsek.
Saya tidak membenarkan semua kejahatan yang pernah dilakukan Damon, maksudku ayolah, bahkan Stefan pun bukan orang suci. Ingat, di masa lalunya, Stefan juga seorang ripper yang tak terhitung berapa banyak jumlah korbannya. Damon menjadi jahat, karena tak ada orang yang benar-benar menyayanginya. Bahkan ayahnya sendiri jelas-jelas tak menyukainya dan membanggakan Stefan di atas segalanya. Bahkan Katherine, gadis yang Damon cintai selama 145 tahun itu, dia telah menunggunya yang pada akhirnya menolaknya juga, menolaknya dengan kejam dan mengatakan bahwa dia hanya mencintai Stefan dan bukan dirinya. Damon menanti Katherine selama 145 tahun hanya untuk ditolaknya seperti itu. Hingga lelaki itu menutup hatinya dan menghancurkan dirinya sendiri dengan menjadi orang jahat yang kejam. Tapi secara tidak terduga dan tanpa disengaja, perasaannya tumbuh untuk Elena karena Elena satu-satunya orang yang mempercayai Damon bahwa masih ada cinta dalam hatinya, bahwa diatas segala kejahatannya, Damon masih bisa 'diselamatkan' dan layak dicintai. Elena satu-satunya orang yang memeluknya dan menenangkannya di saat Damon mengetahuai Katherine telah membohonginya selama satu abad lebih.
Damon dan Elena berteman sebelum mereka bermusuhan karena insiden Damon mematahahkan leher Jeremy. Bahkan Damon beberapa kali membantu Elena di dapur, memasak, mencuci piring sementara mereka mengobrol bersama.
Stefan setidaknya masih memiliki Lexi, sahabatnya selama satu abad lebih. Sementara Damon hanya sendirian, dia tak memiliki seorang pun di sisinya sejak dirinya berubah menjadi vampir. Bahkan seorang konselor psikolog mengatakan bahwa orang jahat adalah manifestasi dari orang-orang yang kekurangan cinta dalam hidupnya. Tak ada orang jahat di dunia ini, seandainya hidup mereka dipenuhi dengan cinta, dicintai dan dihargai. Maksudku, jangan terlalu menjudge-orang brengsek seperti Damon, berikan kesempatan padanya, kita hanya perlu memahaminya, kepahitan yang telah terjadi pada hidupnya selama ini, itulah yang membentuk dirinya sekarang.
Stefan akhirnya memberitahu Elena bahwa Damon sedang sekarat, dia meminta Elena untuk menemani Damon di saat-saat terakhirnya. Sementara Stefan akan pergi mencari obat penawar untuk Damon pada Klaus. Elena akhirnya memaafkan Damon dengan sungguh-sungguh, bahkan dia mengatakan bahwa dia menyukai Damon seperti apa adanya dirinya sekarang, setelah Damon mengatakan padanya bahwa jika Elena bertemu dengannya saat dirinya masih manusia, mungkin gadis itu akan menyukainya. Elena tahu Damon akan meninggal sebentar lagi, gadis itu lalu menciumnya di atas 'ranjang kematian'. Sebelum Katherine datang dan membawa obat penawar untuk Damon dari Stefan. Katherine bahkan berkata pada Elena bahwa tidak apa-apa untuk mencintai keduanya (mencintai Damon dan Stefan) secara bersamaan, karena dirinya juga melakukannya di masa lalu. Elena hanya terdiam, dia sadar apa yang baru saja dilakukannya, dia baru saja mencium kakak dari kekasihnya!
.jpeg)
Katherine seolah tak keberatan mengakui perasaan cintanya untuk Damon terhadap Elena dan orang lain, tapi dia sendiri tak mau mengakuinya di depan Damon. Saat itu bisa saja Katherine kabur begitu saja tanpa memberi obat penawar untuk Damon, tapi gadis kejam itu tak melakukannya, dia tak mau Damon tewas. Katherine juga sebenarnya mencintai Damon, hanya saja dia lebih mencintai Stefan. Itulah pengakuannya.
Sejak Elena memutuskan berteman dengan Damon, dia menyadari kalau dia memiliki ikatan spesial dengan pria itu, semacam bisa mengerti perasaan hati Damon tanpa lelaki itu mengatakannya atau dijelaskan dengan kata-kata. Elena fikir apa yang terjadi padanya dan Damon itu adalah semacam ikatan persahabatan, tetapi menurutku itu adalah tanda-tanda bahwa mereka memang dari awal ditakdirkan untuk menjadi belahan jiwa or soulmate.
Nah sekarang kita bahas hubungan antara Elena dan Stefan. Menurut kalian masuk akal nggak sih kalau hubungan Elena-Stefan berjalan mulus-mulus saja dari awal dan langsung jatuh cinta satu sama lain? Kayak nggak ada proses gitu. Aku dari awal nonton juga selalu bertanya-tanya, ini bener nggak sih jodohnya Elena itu Stefan? kok gampang banget bersatunya? karena biasanya pasangan yang ditakdirkan berjodoh dalam suatu cerita atau film itu harus melewati ujian panjang dulu baru bisa bersama.

Adegan di atas yang paling ngenes menurutku, inilah kalau kita "demen dewek bae" alias cinta bertepuk sebelah tangan tuh gini, berkali-kali Damon melihat kemesraan antara Elena dan Stefan, Elena yang memeluk Stefan setelah dia diselamatkan oleh Salvatore bersaudara itu. Di S2 cinta Elena dan Stefan terasa begitu kuat, walaupun menurutku terasa membosankan. Tapi setelah episode terakhir musim S2 itu, pendukung Delena a.k.a Damon-Elena akhirnya memiliki sedikit harapan karena Elena mencium Damon secara suka rela meski pun itu dianggap Elena sebagai ciuman perpisahan.
Penonton menyaksikan kemistri luar biasa antara Damon dan Elena di adegan menari dansa ketika pemilihan Miss Mystic Falls di musim S1, kami melihat cara Elena menatap Damon berbeda dari sebelumnya, seperti dia mulai tertarik padanya oleh pesona pria itu. Dan bagaimana Damon menatap Elena ketika gadis itu menuruni tangga dan meraih tangannya sebagai pasangan dansanya, tatapan yang penuh damba dari seorang pria terhadap gadis yang dicintainya. Sejak saat itu saya menjadi shipper Delena, dan bukannya Stelena.
Sampailah kita pada season 3 dimulai, muncul benih-benih cinta Elena kepada Damon. Seperti yang kita tahu, Damon sudah dari awal mencintai Elena namun bertepuk sebelah tangan, akhirnya pada musim S3 ini rupanya tanda-tanda gayung akan bersambut pun tiba. Disini Damon juga pertama kalinya mengatakan kalau dia mencintai Elena, namun dia segera menghipnotis Elena untuk melupakan kejadian barusan. Dia melakukannya karena dia sadar diri, kalau dia itu orang jahat yang nggak pantas mendapatkan gadis sebaik Elena, dan adiknya lah yang pantas mendapatkan gadis itu.
Maka dari itu Damon tetap berusaha mencari Stefan yang disandera oleh Klaus agar kembali ke Mystic Falls sebab Elena menunggu dan menantinya.
Tapi kita tahu, Stefan dengan suka rela mengikuti Klaus layaknya dia adalah martirnya Klaus sebagai ganti karena Klaus telah menyelamatkan nyawa Damon dari racun mematikan gigitan werewolf.
Stefan terpaksa bertindak kejam dan menjadi ripper lagi karena disuruh Klaus, itu semua demi menjauhkan Klaus dari Mystic Falls agar Elena terlindungi dari Klaus yang akan membunuhnya jika tahu gadis itu masih hidup dan bukannya mati agar program Hybrid-nya berjalan sukses. Bahkan Klaus sebagai vampir original memaksa Stefan untuk mematikan tombol kemanusiaannya agar Stefan tunduk dan patuh seratus persen pada perintah Klaus dan menyerah dengan Elena. Stefan berjuang amat keras untuk menahan diri agar kemanusiaannya tetap utuh demi Elena, tapi Klaus menghipnotisnya dan mematikan tombol kemanusiaan Stefan dan menyuruhnya untuk menghabisi Elena.
Dan yaapp! Di season 3 kita akan melihat betapa menyebalkannya Stefan tanpa kemanusiaannya. Sementara pada masa-masa itu, hubungan Elena dan Damon menjadi lebih dekat dan intens. Damon selalu ada membantu Elena disaat Stefan memutuskan hubungannya dengan Elena.
Pada episode 1 season 3, saat Elena berulang tahun ke-18, Damon bahkan memberikan kalung antik pemberian Stefan yang dikira Elena kalung itu telah hilang. Damon menemukannya dan memberikannya pada Elena. Sebenarnya, sejak momen itulah Elena jatuh cinta pada Damon (Elena mengakuinya di season 6), momen ketika Damon memberikan kalung pada Elena yang mana kalung itu pemberian dari Stefan atas rasa cintanya pada Elena, itu hanya menyiratkan niat tulus Damon yang meskipun Damon sangat mencintai Elena, dia tetap berharap agar adiknya bisa kembali bersama Elena lagi, betapa menyakitkannya itu untuk seorang Damon! Bayangin kalau posisi Damon ada di posisiku yang harus merelakan orang yang sangat dicintai untuk bersama orang lain dengan kesadaran penuh. Nyesek bestie :(

Beberapa orang mugkin mengira Damon telah mencuri kekasih adiknya disaat adiknya itu sedang jauh dan berkorban untuk dirinya. Menurutku ini tidak benar, berapa banyak kesempatan yang Damon buang seandainya dia benar-benar licik merebut Elena, bisa saja dia memanfaatkannya, toh saat itu Stefan juga bertindak kejam pada Elena. Tapi Damon tidak melakukannya. Aku bener-bener mengikuti alur cerita film ini dengan perhatian penuh, cieh๐
Masih di season 3, Damon bahkan tidak mau berharap hal itu, dia cukup tahu malu atas perjuangan Stefan yang telah menyelamatkannya sementara dia mengambil kesempatan untuk merebut Elena. Dan bagaimana dia menjadi orang yang tidak egois untuk Elena padahal dia dulunya seorang brengsek yang egois dan sinis. Justru di masa-masa itu Stefan yang selalu mendorong Elena pergi menjauh, membahayakan nyawa gadis itu hanya agar Klaus tunduk pada permintaan Stefan. Mengancam akan mencelakai Elena di jembatan Wickery, yang mana jembatan itu tempat orang tuanya tewas dulu, bisa dibayangkan betapa tempat itu penuh kejadian trautmatis untuk Elena, tapi Stefan menggunakan itu untuk mengancam Klaus dan sekaligus menghancurkan hati Elena. Kayak egois banget gak sih, menggunakan luka traumatis seseorang hanya agar targetnya tercapai, meskipun sekali lagi saat itu kemanusiaan Stefan sedang off.
FYI, di season 3 ini banyak banget momen manis sekaligus menyedihkan antara Damon-Elena, bagaimana Elena dengan malu-malu kucing menolak tetapi juga menerima Damon di sisinya. Adegan dimana Elena merebut gelas minum yang sedang diminum oleh Damon dan dia meminum minuman di gelas yang sama milik Damon, membuat Alaric menatapnya curiga, begitu juga Damon menatapnya takjub. Heii!!! Berbagi gelas yang sama merupakan hal yang sangat personal. Itu seperti Elena dan Damon sudah 'berbagi dan bertukar SEMUA HAL' dalam tanda kutip. Maksudku, Elena tidak merasa jijik bisa saja dalam gelasnya ada sisa air liur sedikit milik pria itu, dan dia menyesap di tempat yang sama ketika bibir pria itu menyesap gelas itu, yang artinya sama saja mereka telah berbagi ciuman, what the hell man! Itulah yang saya maksud berbagi minum di gelas yang sama adalah hal yang sangat personal, sangat intim dan romantis. Entah Elena sadar atau tidak, tapi tindakan spontannya itu benar-benar menunjukkan bahwa dia seperti 'milik Damon'. Bahkan ketika bersama Stefan, dia tidak pernah berbagi gelas yang sama loh!


Ada juga adegan dimana Damon menyatakan pada Elena bagaimana Damon merasa seperti orang idiot yang memiliki sedikit harapan untuk bersama Elena sementara Stefan bahkan masih menyelematkan nyawanya ketika kondisi tergelap Stefan. Dia merasa sangat bersalah oleh perasaannya sendiri yang masih menginginkan Elena sementara Stefan sudah mengorbankan hidupnya, namun akhirnya dia berbalik mencium Elena dengan ciuman panjang dan penuh kelembutan. Elena tampak terkejut namun menikmatinya, dan beberapa hari setelah kejadian itu mereka terjebak dalam momen romantis yang sama, dimana Damon menatap Elena intens sambil meraih dagunya. Elena berkata dia tak boleh menciumnya lagi, itu tidak benar untuk dilakukan. Sungguh membuat hatiku ngilu. Maksudku lihatlah, mata Elena justru berkata sebaliknya, tatapan matanya pada Damon justru mendambakan ciuman dari pria itu lagi, tapi mulutnya melarangnya. Dan mereka hanya berakhir saling menatap. Itu dilakukan karena mereka sama-sama merasa tidak enak pada Stefan.
Saya yakin saat itu Damon sebenarnya sudah mengetahui bahwa Elena memiliki perasaan untuknya. Buktinya, Damon menjawab perkataan Elena dengan mengatakan, bahwa itu hal yang benar untuk dilakukan (maksudnya ciuman mereka tempo lalu), hanya saja yang tidak benar adalah waktunya. Waktunya tidak tepat, tidak sekarang. WTF? satu kalimat berjuta makna, seolah Damon sangat yakin bahwa dia dan Elena memiliki masa depan cinta yang cerah.
Di episode pertengahan musim S3, akhirnya Elena mencium Damon dengan suka rela, ciuman yang penuh hasrat kerinduan dan saling menginginkan satu sama lain. Sebagai penonton, aku melihat ada kilatan dan kobaran api gairah dan cinta yang membara di mata Damon dan Elena sejak season 3 dimulai, dan saat itu mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyangkal perasaan mereka. Di sisi lain, Elena ingin setia dengan Stefan tapi dirinya juga mencintai Damon, perasaan cintanya bertumbuh secara bertahap untuk kakak dari kekasihnya itu. Dan ciuman motel itu menjadi puncaknya setelah mereka menahan perasaan sekian lama, Elena benar-benar sudah tidak bisa menyangkalnya lagi, dia bahkan mengakuinya pada Alaric bahwa saat itu yang ada dalam fikirannya hanya ingin mencium lelaki itu saja, tanpa mempedulikan hubungannya dengan Stefan.

Coba saja kalau Jeremy tak menginterupsi mereka, kita bisa membayangkan apa yang akan mereka lakukan setelahnya. Itu benar-benar membuatku gila. Setelah insiden ciuman itu, malam itu juga mereka bertengkar hebat dan Damon menantang Elena dan memberinya ultimatum. Damon menyadari ada yang aneh dengan perjalanan mereka ke Denver secara tiba-tiba dalam rangka 'menjemput' Jeremy pulang. Elena mengaku pada Damon bahwa Stefan mengira Elena memiliki perasaan khusus untuk Damon, jadi dia pergi melakukan perjalanan itu bersama Damon hanya agar memastikan perasaannya. Damon menatap Elena dengan tatapan penuh harap, "so, jadi bagaimana perasaanmu? apa kamu memiliki perasaan untukku?" tanya Damon seperti seorang anak yang lugu dan polos. WTF man, Elena menjawabnya dengan jawaban yang sangat melukainya. Elena bilang dia tak tahu, dia tak tahu apakah dia memiliki rasa atau tidak pada Damon. Come on Elena, kamu baru saja menciumnya! Ah, kalau saya ada di posisi Damon, saya juga pasti akan merasa dipermainkan, sih. Damon mengatakan, jadi ciuman mereka barusan adalah cara Elena untuk 'memastikan' perasaannya saja, bukan karena dia benar-benar menginginkan pria itu.
Ya, tapi setidaknya Elena tidak mengatakan TIDAK ADA perasaan untuk Damon. Dia hanya menjawab TIDAK TAHU, jadi 'pintu masih terbuka lebar', alias kemungkinan lain masih bisa terjadi. OKE, wajar bagi Elena, dia hanya bingung, apakah dia harus menerima mantannya kembali, Stefan, dan melanjutkan hubungan mereka yang sempat putus, ataukah menerima dan mengembangkan perasaannya untuk Damon yang diluar ekspektasi, bahwa dia telah berkembang menjadi seorang pria yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Menurut Elena, Stefan adalah orang yang 'aman' secara emosional, itu adalah hubungan yang diinginkan Elena. Sementara Damon adalah orang impulsif yang 'tidak aman' secara emosional, dia tidak bisa mengendalikan Damon. Tapi Damon justru adalah tipe cinta yang dibutuhkan Elena. Cinta yang penuh gairah, penuh petualangan dan sedikit liar, dan cinta yang bisa memakannya.
Saat pertengkaran mereka, Elena mengatakan bahwa Damon itu selalu mengacau, pembuat masalah, dan jika ada kesulitan di depan, dia hanya bisa menubruknya daripada menyelesaikannya dengan baik. Dari perkataannya, jelas Elena hanya perlu 'diyakinkan',. Maka dari itu, Damon memberinya ultimatum, bagaimana jika dia seperti Stefan, yang baik dan penurut, tidak mengacau dan berjalan mulus, apa hasilnya akan berbeda untuk Elena? Apa dengan cara itu Elena bisa mencintainya? Atau itu hanya sebuah alasan untuk menolak Damon? Damon juga berkata bahwa Elena sebenarnya mengharapkan Damon mengacaukan keadaan supaya Elena kembali membencinya, tapi yang terjadi malahan sebaliknya, yaitu satu fakta kebaikan yang Damon sembunyikan dari semua orang justru terbongkar hari itu, dan itu membuat Elena semakin sulit membenci Damon kembali. Elena mengharapkan Damon tetap menjadi 'saudara yang jahat' dengan begitu dia lebih mudah untuk membenci pria itu.
Menurutku, Damon telah mengambil langkah cerdas, dia justru menantang Elena dengan mengatakan, bahwa dia tidak akan memberi Elena jalan yang mulus, dia akan mempersulit Elena. Itu artinya wahai penonton, karena hal itu Damon akan benar-benar berubah menjadi orang yang baik demi seorang wanita, dan akhirnya mempersulit Elena karena gadis itu tak bisa lagi membencinya dan mengakui perasaannya pada pria itu. Damon menatap Elena dengan tatapan terluka dan memutuskan untuk meninggalkan Elena sebelum gadis itu membuat pilihan tentang pria yang akan dipilihnya. Namun, hal ini perlu dilakukan, pertengkaran dan percakapan mereka di atas perlu dilakukan dan dilalui oleh mereka. Supaya apa? supaya Elena bisa memikirkan baik-baik tentang apa yang sebenarnya dia inginkan, dan agar Damon menjauhinya siapa tahu membuat gadis itu sadar tentang SIAPA yang diinginkan olehnya.
Tapi yah, pada akhir season 3 Elena yang waktu itu masih menjadi manusia akhirnya memilih Stefan dan mengucapkan selamat tinggal pada Damon. Elena tahu, dia tak bisa memiliki Salvatore bersaudara secara bersamaan, pada akhirnya dia harus memilih salah satunya. Elena merasa Stefan adalah orang yang membuatnya bersemangat untuk kembali melanjutkan hidup setelah kematian orang tuanya, sementara Damon adalah orang yang 'tidak sengaja menyelinap masuk dalam hatinya' dan berada ditengah-tengah hubungannya dengan Stefan. Tapi Elena juga mencintai Damon, diakui atau tidak, itu sebabnya dia akhirnya melepaskan Damon untuk bebas agar tak menyakitinya lebih jauh, karena Elena menggantungnya selama ini dan membiarkan pria itu terjebak diantara dia dan Stefan.
Elena mengucapkan selamat tinggal pada Damon via telpon, sementara dia sedang dalam perjalanan menemui Stefan untuk memilih hidup bersama pria itu. Dengan berlinangan air mata, gadis itu mengatakan seandainya dia dan Damon bertemu lebih dulu, mungkin ceritanya akan berbeda, dalam arti bisa saja Elena akan memilih Damon pada akhirnya.
Damon meringis, hatinya hancur namun sebenarnya pria itu sudah tahu kalau dirinya tak akan dipilih oleh Elena. Menurutku ini momen yang paling mengharu biru, why? aku bisa melihat Elena itu sebenarnya cintanya berat ke Damon, dia hanya berusaha setia pada Stefan saja, dan dia hanya belum mengetahui pasti tentang perasaannya pada Damon. Terbukti saat dia berandai-andai tentang andai saja Damon bertemu dengannya lebih dulu, mungkin dia akan memacarinya, seolah karena 'sudah terlanjur' memacari Stefan, dia akhirnya memilih Stefan, jadi bukan karena hatinya sendiri yang memilih Stefan, tapi karena faktor 'terlanjur' memacari Stefan lebih dulu.
Dan tepat pada saat itu, Rebecca menghadang mobil yang ditumpangi Elena dan Matt yang menyebabkan mobil mereka kecelakaan dan terjun bebas ke jembatan Wickery dan tenggelam di sana, dan membunuh gadis itu secara konstan. Damon berteriak frustasi mengetahui Elena tewas sesaat setelah gadis itu menelpon dirinya. Akan tetapi Elena berhasil diselamatkan oleh darah vampir milik Damon yang bersemayam di tubuh Elena karena sebelum malam itu, di siang harinya Elena mengalami pingsan setelah pertarungannya dengan Klaus. Tanpa sepengetahuan Salvatore bersaudara, Jeremy membawanya ke rumah sakit, dan ternyata Elena mengalami pendarahan otak yang parah, untuk menyelamatkannya, dr.Fell menyuntikkan darah vampir ke tubuhnya yang mana itu darah milik Damon agar Elena lekas sembuh dengan cepat, kalau tidak nyawanya dalam bahaya.
Dan bisa ditebak, Season 3 pun berakhir dengan Elena terbangun dari kematiannya sebagai seorang vampir baru yang akan segera bertransisi.
Aaah.. pokoknya season 3 The Vampire Diaries adalah perjalanan yang mengaduk-aduk perasaanku banget๐ข season yang juga menjadi favoritku sepanjang masa dari ke-enam season TVD yang pernah aku tonton.
Kalau kalian adegan favoritnya di TVD musim berapa nih?
Kalian termasuk shipper Stelena?
atau...
Delena shipper?
Boom!! Kita lanjut ke tulisanku selanjutnya. Karena tulisannya udah panjang banget ini hehehe.. next kita akan mengulas perjalanan hidup beserta intrik-intrik mereka di season 4-5-6.. see you~
btw, aku shipper Delena garis keras ๐
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hi~ welcome! hope you guys enjoy to my blog :)